Postingan

Tentang Jarak

Kadang, jauh tak membuatku merasa rapuh Melainkan kuat, dan dilengkapi lalu utuh Atau tentang lelah hingga tiba peluh Sebenarnya aku mampu, tapi niatku tak teguh Hidup berdampingan tetapi berjarak Lalu, detik jam tak terasa mendesak Mengalir dan berjalan walau tak tampak Yang terlihat hanya aku, menderai sajak Dekat, hanya langit yang kita bangun sendiri Kita berdiri, menapaki tanah tanpa alas kaki Terkadang terengah, ingin segera berlari Menyerah, mundur, bukan sebuah solusi Aku ingin kita begitu rekat, dekat saja Tak perlu untuk selalu hadir dan ada Tak melulu harus kita tertawakan dunia Hanya aku dan kamu, seadanya, versi kita

Tentang Si Baik Hati

Hai. Mau cerita dan nulis ini tentang seseorang yang cukup istimewa di hidup aku. Si baik hati, yang egois, yang pengen selalu ada buat aku dan pengen buat aku bahagia terus. Si baik hati, yang mau menang sendiri, yang manja, yang selalu mau diperhatiin. Tiap malam telfon tanya "Tata lagi dimana? Tata sehat?". Si baik hati, yang suka ngabarin tiba-tiba tengah malam dan telfon. Kadang dua sampai tiga jam kita bicara tentang apapun, yang bikin aku awalnya nggak pernah bisa tidur pagi, selalu tidur awal. Sekarang, nggak pernah bisa tidur kalau belum telfonan sampai pagi. Si baik hati, yang sering bilang "Gebetan Tata mana? Kenalin dong!", dan aku nggak pernah mau bilang tentang orang lain di depannya, agar obrolan kita melulu hanya tentang kita saja. Si baik hati yang selalu kasih positive vibes, yang selalu kasih semangat, yang selalu sabar walau aku sering uring-uringan karena pms. Si baik hati yang suka bilang "Gimana Tata? Mau ditemenin?" Si baik h...

Tidak Ada

Hujan sore ini deras Langit seolah gelap, tak berani bertatap Senja seolah malu, tak mau membiru Begitu kelabu, begitu abu-abu Tiga jam yang lalu, aku mengaku Bahagianya aku mengenalmu Si pemberi peduli yang selalu pergi Si pendukung yang jiwanya tak mau terkungkung Aku mengakui bahwa ucapku penuh terima kasih Atas datangnya dirimu membawa pelukan walau maya Atas hadirnya dirimu penuh dukungan walau tak nyata Atas adanya dirimu yang senang memberi perhatian Tapi, aku pun mengakui penuh sadar Apa yang aku rasakan tak sepenuhnya membuatku sabar Aku harus terburu-buru beranjak Untuk menyudahi rasa- rasa yang mulai berteriak Memintamu tetap disini adalah sepersekian ketidakmungkinan Kau tidak nyata, kau hanya ilusi layar kaca Pada dunia maya, pada keadaan yang tidak ada Kau semu, seperti ketidakpastian akan bertemu.

Sebuah Ujian

Bismillah.. Assalamualaikum. Selamat malam. Mau cerita, nih.. Jadi hari ini pengumuman suatu ujian penting dalam perkuliahanku. Hasilnya? MasyaAllah.. sangat nggak memuaskan. Sedih? Pasti. Satu hal disaat aku gagal yang membuatku benar-benar merasa 'jatuh' dan terpuruk adalah ketika aku merasa aku telah menyelesaikan satu tahapan dalam membuat orang tuaku kecewa. Ya Allah rasanya.. melihat suatu kegagalan dalam hidup membuatku terkadang ingin menyerah. Aku merasa sudah berusaha semampuku, semaksimal yang aku bisa. Aku merasa aku sudah banyak sekali berdoa, menyerahkan segala hasil yang aku terima kepada Allah.. tapi aku masih belum berhasil saat ini. Apa yang salah dan kurang dari diriku? Yang salah dan kurang adalah.. aku terlalu merasa bahwa aku sudah melakukan semuanya.. aku terlalu sombong dan enggan merasa bahwa aku merasa kurang. Aku kurang bersabar, kurang bertawakal, dan berserah diri. Memang, segalanya akan disesali saat kegagalan datang. Penyesalan selalu...

Curhatal (End)

Malam. Untuk yang kesekian kali aku mau curhat, hahaha. :') The best part of single, single dalam hal status adalah ketika kamu bisa membaca kembali diri kamu. Apakah ada hal yang harus kamu perbaiki, atau apakah ada hal yang perlu kamu hilangkan dan adakan, apakah kamu nyaman, apakah kamu sudah men-treat diri kamu dengan baik, ya seperti itu. Dalam kehidupan ini, buatku, banyak sekali hal yang telah berlalu dan ketika kita ingat kita merasa menyesal. Seperti pada postinganku sebelum ini. Gila, aku baca lagi sebelum aku menulis ini, aku rada ehm, aneh dan agak jijik hahahaha dengan tulisanku sendiri. Padahal, aku ingat betul saat aku menulisnya, aku memang benar-benar sedih saat itu. Aku menyesal pernah hampir mencurahkan segala kesedihan dan air mataku hanya untuk seseorang yang sama sekali tidak menghargaiku. You know, tidak dihargai. Selama ini aku bersedih-sedih ria hanya untuk manusia tak berhati dan bermulut besar. :) Waktu berjalan memberikan banyak pengalaman. Aku bertek...

Curhatal (Part 2)

Assalamualaikum. Halo.. Mau curhat lagi, hehe. Hari ini tepat seminggu aku nggak di chat.. You knowlah.. Aku sedih, ya nggak sedih banget, sih. Agak gelisah aja. Aku ya merasa benar-benar nggak dianggap sama dia. I'm not his priority, sometimes.. Aku berpikir, aku harus dewasa. Dia disana nggak senang-senang, dia kerja. Aku mikir dia sibuk yang benar-benar sibuk banget, jadinya nggak sempat ngabarin aku. Tapi aku ya mikir, manusia dalam seminggu tidak mungkin 100% waktunya habis untuk kerja. Pasti ada waktu luang, pasti ada waktu istirahat dan menghibur diri. But he did'nt. Aku nggak tau. Seriously? Aku ini benar-benar, Ya Allah.. ngerti nggak sih? Aku ini galau, benar-benar kayak anak SMA yang galau gara-gara nggak dikabarin sama pacarnya seharian! Mending pacarnya.. Aku? Aku nggak pacaran pula sama si dia. Lebih bodoh kan? Aku nggak tahu.. aku merasa sedih dan bodoh aja. Aku udah 20 tahun, tapi aku belum bisa mengendalikan perasaanku sendiri. Aku nggak bisa lupa sama per...

Curhatal (Part 1)

Assalamualaikum. Hai. Mau curhat, nih.. 😂 Kadang pernah nggak merasa bahwa ketika seseorang hadir di dalam hidup kita, dan dia tak seperti yang kita harapkan, kita bakal ngerasa sebel, kesel banget sama dia? Biasanya kita bakal ngomong gini "mending nggak usah kenal sekalian, deh, daripada harus kaya gini akhirnya.." Sedih ya.. Aku juga kaya gitu, hehehe. Lagi dekat sama laki-laki. Dia sibuk, dia jarang berkabar sama aku. Aku ya sebel, ya marah, ya pengen diem aja. Tapi makin kesini aku sadar.. Dia jarang chat aku karena dia memang kerja, dia nggak diam aja, dia nggak nganggur ataupun hura-hura. Terus mikir kan.. Ngapain sih menomorsatukan ego? Menomorsatukan kemarahan? Kan ya nggak ada gunanya. Apa ya kalau kita marah dan ngambek akan merubah keadaan? Justru itu.. Yang akan merubah keadaan bukan marah itu, tapi kalau kita nggak marah, keadaan yang berubah untuk kita. Aku berpikir. Ketika kita dekat sama seseorang, dan terbersit keinginan dan harapan bahwa kit...