Postingan

Kulacino; makna yang manusiawi.

Gambar
Kau tahu apa itu Kulacino? Sebuah kata yang sepertinya baru kau dengar pertama kali, sebuah kata yang baru menyusupi telingamu saat ini.  Kulacino berasal dari bahasa Italia, Culaccino yang memiliki arti bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah . Aku suka sekali mendengar kata ini. Terasa klasik dan sarat makna. Kulacino mempunyai bermacam makna dengan makna dasar sebuah jejak yang ditinggalkan dengan kesengajaan, menurut pendapatku. Aku yakin setiap orang memiliki pengalaman seperti makna dari Kulacino. Jejak-jejak yang tertinggal atas sebuah kesengajaan, oleh suatu kejadian, kenangan, ataupun karena seseorang. Begitu manusiawi bahwa yang datang pasti akan pergi. Dan yang pergi belum tentu kembali.

Takdir

Hari ini begitu gelap Lilin-lilin yang begitu benderang pun seolah terlelap Bintang dan sekelumit kenangan yang ingin dianggap Sayup suara memutar waktu, membuat pikiran semakin pengap Hari ini mendung Pikiran kalut serasa berkabung Berlayat menuju kenangan yang tak henti meraung Menangisi takdir yang begitu murung Hari ini angin berhembus lantang Menagih harapan setajam parang Menghamburkan segala rasa sayang Menikam rindu yang nyaris terbuang Tuhan titipkan sebuah keadilan Bahwa nyata tak hanya sebuah dugaan Tentang pikir dan lembutnya perasaan Karena karma takkan tergantikan.

Ironi Dimensi Tiga

Semenjak senja merutuk laut yang terbenam, dunia terasa malam Melarung harap dan perapian yang berantah Hati yang terkikis belaian yang begitu kelam Pikiran yang hampir menggali senyata gundah Dimensi tiga beranjak dan bicara Pada deru air hujan yang terasa gurih Resah mulai mengeja rumitnya aksara Meramu sajak tipis yang gagal diraih

Satu Pemikat dari Filosofi Kopi

Gambar
“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?” ― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade. dikutip dari : http://www.goodreads.com/work/quotes/2095743-filosofi-kopi-kumpulan-cerita-dan-prosa-satu-dekade 

Sebuah Sajak

“DI RESTORAN Kita berdua saja, duduk. Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput -- kau entah memesan apa. Aku memesan batu ditengah sungai terjal yang deras --

Hujan

Hari ini hujan turun lagi Melambungkan angan dan kenangan Membasahi serpihan dongeng yang telah terekam Mengusap kehangatan dan membekukan keadaan Kemarin anganku melukis wajahmu Desah nafasku tak henti mengucap aksaramu Tengadahku selalu mengantar harap Sebelum hujan menindasku dengan kalap

Pada Semesta

Pada semesta yang gulita, aku sampaikan sebuah sajak Dari gerutu hingga asa yang berteriak Dari getir mulia hingga apa-apa yang mulai menggalak Pada semesta, aku rajut kembali rasa yang berantak Pada semesta yang meniup sejuk, aku mulai menari Menghantar fajar di subuh hari Mengecup duka yang semakin tak tahu diri Menyingkap hujan dan melukis pelangi